{"id":926,"date":"2026-05-23T05:07:08","date_gmt":"2026-05-23T05:07:08","guid":{"rendered":"https:\/\/baksomatarambinjai.id\/blog\/?p=926"},"modified":"2026-05-23T05:07:08","modified_gmt":"2026-05-23T05:07:08","slug":"10-resep-kue-tradisional-yang-enak-dan-mudah-dibuat-di-rumah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/baksomatarambinjai.id\/blog\/10-resep-kue-tradisional-yang-enak-dan-mudah-dibuat-di-rumah\/","title":{"rendered":"10 Resep Kue Tradisional yang Enak dan Mudah Dibuat di Rumah"},"content":{"rendered":"<h1>10 Resep Kue Tradisional yang Enak dan Mudah Dibuat di Rumah<\/h1>\n<p>Indonesia dikenal dengan keanekaragaman kuliner yang begitu kaya. Dari Sabang hingga Merauke, setiap daerah memiliki kekhasan tersendiri, termasuk dalam hal kue tradisional. Kue-kue ini tidak hanya lezat, tetapi juga mengandung nilai sejarah dan budaya. Berikut adalah 10 resep kue tradisional yang enak dan mudah dibuat di rumah, sebuah panduan lengkap untuk anda yang ingin mencoba.<\/p>\n<h2>1. Kue Lupis<\/h2>\n<h3>Bahan:<\/h3>\n<ul>\n<li>500 gram beras ketan<\/li>\n<li>200 ml air pandan<\/li>\n<li>Daun pisang secukupnya<\/li>\n<li>Kelapa parut kasar<\/li>\n<li>Gula merah cair<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Membuat:<\/h3>\n<ol>\n<li>Cuci bersih beras ketan, lalu rendam dalam air pandan selama 2 jam.<\/li>\n<li>Tiriskan, dan bungkus ketan dengan daun pisang membentuk segitiga.<\/li>\n<li>Kukus selama 2 jam hingga matang.<\/li>\n<li>Sajikan dengan kelapa parut dan siraman gula merah cair.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>2. Klepon<\/h2>\n<h3>Bahan:<\/h3>\n<ul>\n<li>200 gram tepung ketan<\/li>\n<li>200 ml air pandan<\/li>\n<li>Gula merah, serut<\/li>\n<li>Kelapa parut kasar<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Membuat:<\/h3>\n<ol>\n<li>Campur tepung ketan dengan air pandan hingga rata.<\/li>\n<li>Bentuk bulatan kecil, isi dengan serutan gula merah, rapatkan.<\/li>\n<li>Rebus dalam air mendidih hingga mengapung.<\/li>\n<li>Gulung di kelapa parut.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>3. Kue Putu Ayu<\/h2>\n<h3>Bahan:<\/h3>\n<ul>\n<li>250 gram tepung terigu<\/li>\n<li>200 gram gula pasir<\/li>\n<li>2 butir telur<\/li>\n<li>200 ml santan<\/li>\n<li>Kelapa parut kasar<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Membuat:<\/h3>\n<ol>\n<li>Kocok telur dan gula hingga mengembang.<\/li>\n<li>Tambahkan tepung terigu dan santan, aduk rata.<\/li>\n<li>Siapkan cetakan yang sudah diolesi minyak dan diberi kelapa parut.<\/li>\n<li>Tuang adonan, kukus selama 20 menit.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>4. Kue Nagasari<\/h2>\n<h3>Bahan:<\/h3>\n<ul>\n<li>300 gram tepung beras<\/li>\n<li>200 gram gula pasir<\/li>\n<li>750 ml santan<\/li>\n<li>Pisang kepok<\/li>\n<li>Daun pisang<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Membuat:<\/h3>\n<ol>\n<li>Campur tepung beras, gula pasir, dan santan, aduk rata.<\/li>\n<li>Panaskan di atas api kecil hingga mengental.<\/li>\n<li>Ambil adonan, tambahkan irisan pisang, bungkus dengan daun pisang.<\/li>\n<li>Kukus selama 30 menit.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>5. Serabi<\/h2>\n<h3>Bahan:<\/h3>\n<ul>\n<li>250 gram tepung beras<\/li>\n<li>500 ml santan<\/li>\n<li>Garam secukupnya<\/li>\n<li>Saus gula merah<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Membuat:<\/h3>\n<ol>\n<li>Campurkan tepung beras, santan, dan garam, aduk rata.<\/li>\n<li>Diamkan adonan selama 1 jam.<\/li>\n<li>Panaskan cetakan serabi, tuang adonan.<\/li>\n<li>Masak hingga matang dan sajikan dengan saus gula merah.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>6. Kue Cucur<\/h2>\n<h3>Bahan:<\/h3>\n<ul>\n<li>300 gram tepung beras<\/li>\n<li>300 gram gula merah<\/li>\n<li>400 ml air<\/li>\n<li>Daun Pandan<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Membuat:<\/h3>\n<ol>\n<li>Rebus gula merah dengan air dan daun pandan, saring.<\/li>\n<li>Campur tepung beras dengan air gula, aduk rata.<\/li>\n<li>Goreng adonan di dalam minyak panas hingga matang.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>7. Dadara Gulung<\/h2>\n<h3>Bahan:<\/h3>\n<ul>\n<li>100 gram tepung terigu<\/li>\n<li>200 ml santan<\/li>\n<li>2 butir telur<\/li>\n<li>Kelapa parut kasar<\/li>\n<li>Gula merah cair<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Membuat:<\/h3>\n<ol>\n<li>Kocok telur, tambahkan tepung, dan santan, aduk rata.<\/li>\n<li>Buat dadar tipis di atas wajan.<\/li>\n<li>Isi dengan campuran kelapa parut dan gula merah.<\/li>\n<li>Gulung, lalu sajikan.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>8. Getuk Lindri<\/h2>\n<h3>Bahan:<\/h3>\n<ul>\n<li>500 gram singkong<\/li>\n<li>100 gram gula pasir<\/li>\n<li>Pewarna makanan<\/li>\n<li>Kelapa parut kasar<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Membuat:<\/h3>\n<ol>\n<li>Kukus singkong hingga empuk, haluskan.<\/li>\n<li>Tambahkan gula pasir dan pewarna, aduk rata.<\/li>\n<li>Cetak sesuai selera dan taburi kelapa parut.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>9. Kue Mendut<\/h2>\n<h3>Bahan:<\/h3>\n<ul>\n<li>200 gram tepung ketan<\/li>\n<li>150 ml santan<\/li>\n<li>Gula merah cair<\/li>\n<li>Daun pisang<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Membuat:<\/h3>\n<ol>\n<li>Campur tepung ketan dan santan, aduk hingga kalis.<\/li>\n<li>Bentuk bulat, isi gula merah, bungkus dengan daun pisang.<\/li>\n<li>Kukus selama 20 menit.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>10. Arem-arem<\/h2>\n<h3>Bahan:<\/h3>\n<ul>\n<li>500 gram beras<\/li>\n<li>250 ml santan<\/li>\n<li>Isian sambal goreng atau daging cincang<\/li>\n<li>Daun pisang<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Membuat:<\/h3>\n<ol>\n<li>Masak nasi dengan santan hingga setengah matang.<\/li>\n<li>Bungkus dengan daun pisang, beri isian.<\/li>\n<li>Kukus hingga matang.<\/li>\n<\/ol>\n<hr>\n<p>Kue tradisional Indonesia sangat beragam dan kaya rasa. Dengan resep-resep di atas, Anda bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah dengan mudah. Nikmati kelezatan dan nostalgia setiap gigitan dari kue tradisional yang Anda buat!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>10 Resep Kue Tradisional yang Enak dan Mudah Dibuat di Rumah Indonesia dikenal dengan keanekaragaman kuliner yang begitu kaya. Dari Sabang hingga Merauke, setiap daerah memiliki kekhasan tersendiri, termasuk dalam hal kue tradisional. Kue-kue ini tidak hanya lezat, tetapi juga mengandung nilai sejarah dan budaya. Berikut adalah 10 resep kue tradisional yang enak dan mudah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[305],"class_list":["post-926","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-resep-kue"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baksomatarambinjai.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/926","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baksomatarambinjai.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/baksomatarambinjai.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baksomatarambinjai.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baksomatarambinjai.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=926"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/baksomatarambinjai.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/926\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":928,"href":"https:\/\/baksomatarambinjai.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/926\/revisions\/928"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baksomatarambinjai.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=926"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baksomatarambinjai.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=926"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/baksomatarambinjai.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=926"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}